Printing Diary

Sangat Ngga Penting Banting-bantingan Harga Cetakan Buku Tahunan Sekolah

Posted on: April 12, 2011

Pagi itu saya dapat email dari orang yang baru pertama kali menghubungi saya dan mengetahuinya lewat website percetakan. Dan isi emailnya cukup fantastis, dengan maksud menanyakan harga cetak untuk buku tahunan sekolah salah satu SMA di Batam. Dengan materi yang sudah dipersiapkan, dan spesifikasinya lengkap seperti profesional yang sudah sering bulak-balik percetakan, tapi yang bikin saya kaget adalah pada bagian akhir dari email tersebut.
Dia menuliskan, tawaran paling murah yang sudah dia terima adalah Rp. 42.500 dari xxx-printing agency.

Dan seperti layaknya manusia lainnya, jika diberi umpan seperti itu, otomatis akan banting harga jauh dibawah agency tersebut, dan saya kirim ke dia.

Lama ga dibalas, saya pikir : Oh, percetakan lain juga sama berarti, pada banting harga, dan mungkin aja ada yang harganya dibawah yang saya kasih.

Beberapa hari kemudian, datanglah mereka (2 orang) terbang dari batam ke bandung. Dengan membawa file dan mereka minta harga lebih rendah lagi dan penambahan 10 halaman serta cover diubah menjadi hardcover. Entah kesurupan atau apa, saya dengan mudahnya menurunkan kembali harga. Dan dia janji, besok akan dia kasih filenya ke saya dan cetak dimulai. Dengan sebelumnya rewel meminta sample dulu, dan jaminan hasil cetak.

Sebelum pergi, mereka ngomong bakalan keliling dulu daerah percetakan di bandung.

Esoknya, orang tersebut tidak datang. Dan memang sudah bisa dipastikan dia datang ke tempat rekan percetakan saya juga dan deal dengan mereka, dengan harga yang lebih rendah dari saya.

Proses cetak dilakukan disana, dan ternyata ada sedikit kesalahan pada warna. Yang akhirnya cetakan tersebut gagal. Tanpa toleransi. Dan rekan percetakan tersebut harus menggantinya, sehingga rugi sekitar 10jt.

Dipikir, dari kejadian yang dialami itu. Mulai saat itu juga, dibicarakan sama pemilik percetakan dan marketing lainnya, perubahan cara negosiasi harga cetak. Dengan hasil take it or leave it, harganya segitu kalo ga mau ya udah. Jadi percetakan ga akan rugi, dan diharapkan konsumen juga mengerti jika kualitas selalu berbanding lurus dengan harga.

Apakah anda, rekan percetakan juga berkeinginan sama, mengambil margin keuntungan yang sesuai dengan resikonya?
Atau masih haus order cetak, sehingga masih suka banting harga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: