Printing Diary

Archive for the ‘Info’ Category

Melihat kembali ke mesin percetakan, berikut ini beberapa merek yang termasuk mesin cetak offset :
Heidelberg GTO, SpeedMaster, MO, SORS, SORM, SORD
Sakurai Oliver
Gestetner
Ryobi
Toko
Hamada

Alat berat yang selalu ada di percetakan, yakni mesin percetakan. Mesin percetakan merupakan modal utama untuk mendirikan bisnis percetakan.

Beberapa mesin menjadi merek favorite bagi pelaku bisnis percetakan, yakni heidelberg, sakurai, ryobi toko, hamada dll.

Mesin percetakan yang beredar dipasar saat ini didominasi dari merek tersebut dan rata-rata merupakan mesin cetak bekas dari tahun 80-an dan 90-an serta beberapa yang memiliki mesin cetak tahun 2000 ke atas.
Hal ini karena mahalnya mesin percetakan, sehingga banyak yang lebih tertarik dengan barang yang sedikit tua tapi masih memiliki fungsi yang maksimal. Bayangkan saja untuk sebuah mesin cetak offset sakurai oliver 52 keluaran tahun 1989 satu warna masih dibanderol sekitar 170jt per unit.

Mesin baru yang dikeluarkan tahun 2000 ke atas harganya masih milyaran, sehingga sulit mencapai balik modal dengan cepat khususnya untuk percetakan kecil, jika percetakan dengan skala besar mereka memliliki mesin cetak keluaran terbaru yang canggih.

Untuk mendapatkan mesin cetak, tidaklah sulit namun perlu diperhatikan dan bawalah orang yang benar-benar mengerti tentang mesin cetak tersebut.

Banyak orang yang masih bingung dengan apa itu percetakan offset.

Percetakan offset yakni perusahaan percetakan yang menggunakan mesin cetak offset sebagai mesin utamanya. Mesin cetak offset sendiri merupakan mesin cetak yang biasanya digunakan untuk cetak jumlah banyak untuk sebuah design.

Percetakan offset biasanya memiliki klien yang sering mencetak dalam jumlah banyak untuk setiap design yang akan dicetak, akan tetapi saat ini ada juga istilah digital offset yakni proses pencetakan secara digital dengan kualitas setara offset. Biasanya digital offset ini menggunakan printer dengan toner CMYK bisa juga ditambah dengan special color seperti Orange dan Purple.

Harga produksi yang dibebankan kepada konsumen oleh percetakan offset sangat tinggi untuk cetak dengan kuantiti sedikit, tetapi jika cetak dengan kuantiti yang banyak, cetak offset terbilang sangat murah.

Cetak offset sendiri membutuhkan mesin cetak offset, di bandung yang paling sering ditemui di percetakan adalah mesin cetak merk heidelberg GTO atau Speed Master dan Sakurai Oliver dengan berbagai ukuran. Namun biasanya menggunakan ukuran minimal 52 satu warna, dua warna maupun empat warna.

Untuk pencetakan dengan ukuran kecil, yakni up to folio (F4) dengan warna tidak blok dan berbagai keterbatasan lainnya, mesin toko adalah solusi, meskipun ada juga yang memilih gestetner atau hamada karena memiliki kelebihan pada hasil cetaknya. Namun mesin cetak toko memiliki kelebihan paling utama, yakni ongkos cetaknya yang sangat murah.

Produk yang dibuat di percetakan offset sangat bervariasi, dari mulai kop surat sampai shopping bag dan untuk personal use nya bisa disebut kartu nama sampai undangan.

Beberapa hari yang lalu, banyak orang yang bertanya dimana dan bagaimana untuk cetak blanko undangan.

Blanko undangan, menjadi salah satu pilihan favorit bagi calon pengantin saat ini, selain harga blanko undangan yang cukup murah waktu produksinya pun lebih cepat.

Memilih blanko undangan menjadi kunci utama, terutama dalam hal produksi. Jika anda memilih blanko yang tinggal dilipat, anda tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk proses finishing hard cover, bisa juga dilakukan sendiri di rumah anda.

Dimana tempat cetak blanko undangan?
Cetak blanko undangan, bisa dilakukan dirumah dengan printer deskop inkjet, jika berbahan uncoated. Tetapi beberapa kertas mesti dilakukan dengan proses offset dengan mesin toko atau disablon. Anda bisa mencetak blanko undangan di percetakan yang menerima jasa maklun cetak.

Berapa lama waktu cetak?
Waktu cetak relatif singkat, hanya beberapa jam saja. Atau mungkin kurang dari satu jam, tergantung dari jumlah blanko undangan yang akan dicetak.
Akan tetapi, jika anda menyerahkan ini ke percetakan anda tidak akan mendapatkan waktu secepat itu, karena sangat jarang percetakan kosong order. Jadi order anda masuk waiting list, mengantri sama seperti order yang lain.

Cetak blanko undangan merupakan salah satu alternatif yang ingin membuat undangan dengan waktu yang sangat sempit. Akan tetapi tetap saja mesti menyiapkan spare time untuk memastikan undangan anda beres 100% karena harus mengantri.

Memilih undangan pernikahan mungkin hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Jika anda datang ke percetakan, atau melihat di website percetakan yang menerima jasa pembuatan undangan, anda akan menemukan banyak sekali sample undangan. Ada juga percetakan yang tidak menyediakan sample untuk anda, jadi anda sudah punya samplenya atau designnya sehingga percetakan tinggal membuatnya sesuai dengan keinginan anda.

Saat ini dipercetakan, undangan ada dua bentuk:
Undangan Blangko – Template Undangan
Undangan Full Produksi

Undangan Blangko atau template, anda bisa dapatkan ditempat penjualan undangan blangko, sehingga anda tinggal mencetak isinya saja. Produksi untuk jenis ini cukup cepat, terutama yang tidak memerlukan finishing manual seperti hard cover.

Undangan Full Produksi, berarti anda memilih undangan sesuai dengan keinginan anda, dengan design dari anda ataupun dari percetakan.
Produksinya sedikit lebih lama dibandingkan dengan Undangan Blangko, tapi ini bisa menjadi eksklusif. Karena hanya anda yang menggunakan design undangan tersebut.

Untuk percetakan yang baru pertama kalinya mengerjakan pencetakan stiker khususnya jenis vinyl sangat riskan, jika belum mengetahui seluk beluknya.

Terutama pada bagian pengeringan tinta. Tinta cetak vinyl berbeda dengan tinta cetak stiker chromo dan paper biasa. Tintanya sedikit sulit kering, membutuhkan waktu belasan jam, bahkan beberapa hari.

Pernah kejadian di percetakan tetangga sebelah, mereka mencetak vinyl dengan tinta khusus vinyl dengan waktu produksi yang super mepet. Sehingga si produsen mesti segera memotong lembaran vinyl menjadi lembaran stiker sesuai dengan keinginan pemesan.

Hasilnya pada saat dipotong, tinta yang masih basah tertekan dan lengket. Menjadikan lembar satu dan lainnya nempel seperti di lem.

Rugi? Tentu saja, mereka mesti cetak ulang dengan bahan baru. Jadi ini sebuah pembelajaran, untuk cetak vinyl diusahakan waktu produksinya agak panjang, supaya hasilnya maksimal. Kecuali punya device yang bisa mengeringkan tinta vinyl dengan cepat.

Biaya cetak undangan sepertinya akan naik lagi, mengingat harga matress foil dan emboss yang naik sebesar 2x lipatnya di daerah saya.

Harga per centimeternya naik 2 kali lipat dari sebelumnya, dan ongkos minimalnya pun naik dengan kelipatan yang sama.

Sebenernya sih, udah dari beberapa bulan lalu, cuma baru dipost sekarang.