Printing Diary

Banyak orang yang masih bingung dengan apa itu percetakan offset.

Percetakan offset yakni perusahaan percetakan yang menggunakan mesin cetak offset sebagai mesin utamanya. Mesin cetak offset sendiri merupakan mesin cetak yang biasanya digunakan untuk cetak jumlah banyak untuk sebuah design.

Percetakan offset biasanya memiliki klien yang sering mencetak dalam jumlah banyak untuk setiap design yang akan dicetak, akan tetapi saat ini ada juga istilah digital offset yakni proses pencetakan secara digital dengan kualitas setara offset. Biasanya digital offset ini menggunakan printer dengan toner CMYK bisa juga ditambah dengan special color seperti Orange dan Purple.

Harga produksi yang dibebankan kepada konsumen oleh percetakan offset sangat tinggi untuk cetak dengan kuantiti sedikit, tetapi jika cetak dengan kuantiti yang banyak, cetak offset terbilang sangat murah.

Cetak offset sendiri membutuhkan mesin cetak offset, di bandung yang paling sering ditemui di percetakan adalah mesin cetak merk heidelberg GTO atau Speed Master dan Sakurai Oliver dengan berbagai ukuran. Namun biasanya menggunakan ukuran minimal 52 satu warna, dua warna maupun empat warna.

Untuk pencetakan dengan ukuran kecil, yakni up to folio (F4) dengan warna tidak blok dan berbagai keterbatasan lainnya, mesin toko adalah solusi, meskipun ada juga yang memilih gestetner atau hamada karena memiliki kelebihan pada hasil cetaknya. Namun mesin cetak toko memiliki kelebihan paling utama, yakni ongkos cetaknya yang sangat murah.

Produk yang dibuat di percetakan offset sangat bervariasi, dari mulai kop surat sampai shopping bag dan untuk personal use nya bisa disebut kartu nama sampai undangan.

Advertisements

Beberapa hari yang lalu, banyak orang yang bertanya dimana dan bagaimana untuk cetak blanko undangan.

Blanko undangan, menjadi salah satu pilihan favorit bagi calon pengantin saat ini, selain harga blanko undangan yang cukup murah waktu produksinya pun lebih cepat.

Memilih blanko undangan menjadi kunci utama, terutama dalam hal produksi. Jika anda memilih blanko yang tinggal dilipat, anda tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk proses finishing hard cover, bisa juga dilakukan sendiri di rumah anda.

Dimana tempat cetak blanko undangan?
Cetak blanko undangan, bisa dilakukan dirumah dengan printer deskop inkjet, jika berbahan uncoated. Tetapi beberapa kertas mesti dilakukan dengan proses offset dengan mesin toko atau disablon. Anda bisa mencetak blanko undangan di percetakan yang menerima jasa maklun cetak.

Berapa lama waktu cetak?
Waktu cetak relatif singkat, hanya beberapa jam saja. Atau mungkin kurang dari satu jam, tergantung dari jumlah blanko undangan yang akan dicetak.
Akan tetapi, jika anda menyerahkan ini ke percetakan anda tidak akan mendapatkan waktu secepat itu, karena sangat jarang percetakan kosong order. Jadi order anda masuk waiting list, mengantri sama seperti order yang lain.

Cetak blanko undangan merupakan salah satu alternatif yang ingin membuat undangan dengan waktu yang sangat sempit. Akan tetapi tetap saja mesti menyiapkan spare time untuk memastikan undangan anda beres 100% karena harus mengantri.

Memilih undangan pernikahan mungkin hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Jika anda datang ke percetakan, atau melihat di website percetakan yang menerima jasa pembuatan undangan, anda akan menemukan banyak sekali sample undangan. Ada juga percetakan yang tidak menyediakan sample untuk anda, jadi anda sudah punya samplenya atau designnya sehingga percetakan tinggal membuatnya sesuai dengan keinginan anda.

Saat ini dipercetakan, undangan ada dua bentuk:
Undangan Blangko – Template Undangan
Undangan Full Produksi

Undangan Blangko atau template, anda bisa dapatkan ditempat penjualan undangan blangko, sehingga anda tinggal mencetak isinya saja. Produksi untuk jenis ini cukup cepat, terutama yang tidak memerlukan finishing manual seperti hard cover.

Undangan Full Produksi, berarti anda memilih undangan sesuai dengan keinginan anda, dengan design dari anda ataupun dari percetakan.
Produksinya sedikit lebih lama dibandingkan dengan Undangan Blangko, tapi ini bisa menjadi eksklusif. Karena hanya anda yang menggunakan design undangan tersebut.

Untuk percetakan yang baru pertama kalinya mengerjakan pencetakan stiker khususnya jenis vinyl sangat riskan, jika belum mengetahui seluk beluknya.

Terutama pada bagian pengeringan tinta. Tinta cetak vinyl berbeda dengan tinta cetak stiker chromo dan paper biasa. Tintanya sedikit sulit kering, membutuhkan waktu belasan jam, bahkan beberapa hari.

Pernah kejadian di percetakan tetangga sebelah, mereka mencetak vinyl dengan tinta khusus vinyl dengan waktu produksi yang super mepet. Sehingga si produsen mesti segera memotong lembaran vinyl menjadi lembaran stiker sesuai dengan keinginan pemesan.

Hasilnya pada saat dipotong, tinta yang masih basah tertekan dan lengket. Menjadikan lembar satu dan lainnya nempel seperti di lem.

Rugi? Tentu saja, mereka mesti cetak ulang dengan bahan baru. Jadi ini sebuah pembelajaran, untuk cetak vinyl diusahakan waktu produksinya agak panjang, supaya hasilnya maksimal. Kecuali punya device yang bisa mengeringkan tinta vinyl dengan cepat.

Percetakan kecil emang banyak cerita aneh didalamnya. Rekan pengusaha percetakan pernahkah mengalami ini juga?
Transfer Operator Mesin Cetak seharga Rp. xxx

Lucu memang jika dilihat dari sisi penonton dan pemerhati. Sudah kaya pemain sepak bola, di percetakan terjadi juga transfer pemain. LOL

Ini adalah kejadian yang terjadi di percetakan AP yang berlokasi di Jl. T kota Bandung. Nama disensor ya, biar ga jadi masalah.

Operator mesin cetak di percetakan AP, sebut saja Bunga. Dia jago bener cetaknya, rapih, bisa oplos warna dan bagus hasilnya. Tapi ada sisi jeleknya, si Bunga iniĀ  kasbon melulu sama owner percetakan AP. Sebut saja kasbon itu bernilai 20 juta rupiah.

Selain karna skillnya yang mumpuni dan ga ada operator mesin cetak, owner percetakan DM di Jl P Bandung pengen banget si Bunga jadi operator di percetakannya.

Lobi-lobi gencar dilakukan oleh owner DM ke si Bunga. Dari mulai rayuan gombal sampai rupiah serta entertain dilakukan. Sampe akhirnya si Bunga mau pindah ke DM.

Si Bunga bilang ke si AP kalo dia udah ga betah kerja di percetakan AP dan bikin ulah. Namun, karna gede utangnya, si AP ga mau si Bunga pindah. Tapi dengan satu syarat utangnya dilunasin si Bunga bebas mau pindah kemana juga. Dan si Bunga pun mengajukan permintaan ke si DM, dia mau pindah asal utangnya ke si AP dibayarin sama si DM.

Dan setelah pembayaran utang (duit transfer pemain cair) si Bunga pun pindah ke si DM tanpa pusing mikirin duit 20jt karna udah dibayarin, dan utangnya ke si AP lunas. Dan si Bunga juga ga usah bayar sepeserpun ke si DM.

Itu salah satu kisah, dari beberapa kisah nyata tentang transfer pemain yang saya tahu dan diceritakan sendiri oleh operator dan ownernya.

Jadi, kalo butuh operator mesin cetak yang bagus mesti transfer?
Ga enak di owner, enak di operator.

Biaya cetak undangan sepertinya akan naik lagi, mengingat harga matress foil dan emboss yang naik sebesar 2x lipatnya di daerah saya.

Harga per centimeternya naik 2 kali lipat dari sebelumnya, dan ongkos minimalnya pun naik dengan kelipatan yang sama.

Sebenernya sih, udah dari beberapa bulan lalu, cuma baru dipost sekarang.

Istilah computer to plate atau disingkat ctp mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pelaku bisnis percetakan. Tentang bagaimana mempercepat waktu produksi dan memangkas biaya sehingga bisa memberikan harga cetak yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Di Bandung, ada beberapa tempat yang menerima pembuatan ctp dari rekan percetakan, dan tentu saja anda sudah tahu dimana saja tempatnya. Ga usah disebut pasti pada tau lah ya.

Disini bukan mau ngebahas tentang CTP dalam hal tempatnya, harga atau apanya. Hal yang ditekankan disini adalah kualitas dari plat CTP tersebut.

Pada dasarnya (bisa dilihat di wikipedia tentang CTP), plat ctp itu mampu mencetak hingga 100rb exp. Yang perlu diingat “hingga” 100rb exp. Jadi diambil 1/2 nya saja 50rb exp lah untuk kekuatan cetak sebuah plat CTP.

Kebetulan nih, kemarin saya mendapatkan maklun cetak lembar jawaban ujian sekolah dasar salah satu kabupaten di jawa barat. Yang dicetak menggunakan sakurai oliver 52 dengan plat ctp dari salah satu vendor yang cukup terkenal di bandung karena harganya yang miring.

Operator sedikit mengeluh, karena cetakan baru menginjak 10rb lebih sedikit, plat sudah tidak bisa dipakai dan hasil cetak semakin hilang karena dot pada plat pudar.

Yang berarti plat tersebut dicap JELEK daya tahannya. Dan mencoba pindah vendor ke yang lain dengan CTP juga, dan hasilnya agak mending, tapi tetap saja kurang bagus dengan komplain dari operator sama, plat pudar. Jadi untuk 70rb exp cetak itu kita menghabiskan 3 plat yang sama yang dibuat dengan cara CTP. Sangat Boros.

Kenapa hal ini terjadi?
Apakah karena kebanjiran order CTP di bandung yang sedikit demi sedikit mulai meninggalkan film, sehingga kualitas sedikit diabaikan?
Sedangkan dulu, pada bulan-bulan awal mereka mempunyai mesin CTP itu kualitasnya sangat baik, karena saya masih mempunyai plat hasil CTP dari vendor itu dan masih repeat order selama kurang lebih 10 bulan dan cetakan lebih dari 150rb exp.