Printing Diary

Posts Tagged ‘Cetak

Makin banyaknya pelaku bisnis di bidang percetakan saat ini membawa sisi baik bagi konsumen. Salah satu sisi baiknya yakni adanya spesialisasi. Jika dulu apapun yang akan dicetak langsung datang ke percetakan, saat ini ada beberapa percetakan yang mengkhususkan diri pada satu atau beberapa produk saja.

Percetakan undangan saat ini sedang menjamur, semakin banyaknya pebisnis yang menggeluti bidang ini, karena banyaknya juga permintaan dari konsumennya.
Undangan pernikahan menjadi komoditas utama, tentu saja akan selalu ada pernikahan hampir setiap minggunya.

Design yang unik dan terlihat lebih elegan ataupun fresh, model undangan yang tidak pasaran menjadikan percetakan undangan cepat mendapatkan konsumen dan menjadi terkenal.

Terutama setelah teknologi informasi semakin pesat, dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, percetakan undangan sampai kebanjiran order. Beberapa percetakan undangan sebenarnya sama sekali tidak mempunya mesin cetak, mereka hanya mampu, mengetahui dan memiliki ilmu serta wawasan yang memang dibutuhkan dan diinginkan oleh klien mereka, toh konsumen juga yang senang karena undangan pernikahan mereka tepat waktu dan berkualitas baik.

Profit yang didapatkan dari percetakan undangan ini lumayan besar. Salah satu percetakan undangan yang saat ini sedang terkenal dan biasa maklun cetak ke percetakan kita bisa menggaji 10 karyawannya. Dengan pangsa pasar sampai ke negara tetangga.

Bisnis percetakan memang masih menggiurkan, terutama jika mendapatkan order rutin dari perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan.

Namun dengan semakin banyaknya pemain dibidang ini, bisnis percetakan mengalami penurunan omset dan profit. Ditambah dengan naiknya biaya yang harus dikeluarkan.

Bisnis percetakan sebenarnya sangat mudah, ya seperti bisnis lainnya anda pun bisa menggelutinya. Resiko tinggi, Profit tinggi. Tapi banyak juga yang menjalankan bisnis ini dengan resiko tinggi profit rendah. Semua itu tergantung kebutuhan.

Di percetakan kecil, banyak terjadi persaingan tidak sehat. Bukan hanya dilakukan oleh para pemilik percetakan, namun dari konsumennya pun begitu. Ada beberapa konsumen yang dengan terang terangan mengadu harga, dari percetakan A ke percetakan B dan seterusnya.
Yang berakibat banting-banting harga tidak bisa dihindari, untuk menutup kebutuhan. Dengan resiko gagal cetak yang tinggi. Untuk pekerjaan yang sulit pun, hal ini masih terjadi.

Banyak konsumen yang berpindah-pindah ke percetakan lain untuk kebutuhan cetaknya, karena harga yang lebih murah. Tapi banyak juga yang kapok dan kembali ke percetakan yang awal karena kualitas dan ketepatan waktunya.

Pemain bisnis percetakan yang nakal pun banyak bertebaran, mereka bahkan dengan terang-terangan menggunakan kata-kata untuk mengelabui konsumen. Misalnya saja, sudah lumrahnya satu box kartu nama itu berisi seratus lembar kartu nama, namun demi harga yang sangat murah si pemain nakal tersebut menuliskan satu box Rp. 10.000,- tanpa menyebut isinya. Dan benar saja, per box kartu namanya hanya berisi 15 lembar kartu nama.

Sebenarnya hal ini kembali ke konsumen selaku pengguna barang dan jasa dari pelaku bisnis percetakan, harga tidak berbohong yang berbohong itu orangnya, betulkan?

Banyak orang yang masih bingung dengan apa itu percetakan offset.

Percetakan offset yakni perusahaan percetakan yang menggunakan mesin cetak offset sebagai mesin utamanya. Mesin cetak offset sendiri merupakan mesin cetak yang biasanya digunakan untuk cetak jumlah banyak untuk sebuah design.

Percetakan offset biasanya memiliki klien yang sering mencetak dalam jumlah banyak untuk setiap design yang akan dicetak, akan tetapi saat ini ada juga istilah digital offset yakni proses pencetakan secara digital dengan kualitas setara offset. Biasanya digital offset ini menggunakan printer dengan toner CMYK bisa juga ditambah dengan special color seperti Orange dan Purple.

Harga produksi yang dibebankan kepada konsumen oleh percetakan offset sangat tinggi untuk cetak dengan kuantiti sedikit, tetapi jika cetak dengan kuantiti yang banyak, cetak offset terbilang sangat murah.

Cetak offset sendiri membutuhkan mesin cetak offset, di bandung yang paling sering ditemui di percetakan adalah mesin cetak merk heidelberg GTO atau Speed Master dan Sakurai Oliver dengan berbagai ukuran. Namun biasanya menggunakan ukuran minimal 52 satu warna, dua warna maupun empat warna.

Untuk pencetakan dengan ukuran kecil, yakni up to folio (F4) dengan warna tidak blok dan berbagai keterbatasan lainnya, mesin toko adalah solusi, meskipun ada juga yang memilih gestetner atau hamada karena memiliki kelebihan pada hasil cetaknya. Namun mesin cetak toko memiliki kelebihan paling utama, yakni ongkos cetaknya yang sangat murah.

Produk yang dibuat di percetakan offset sangat bervariasi, dari mulai kop surat sampai shopping bag dan untuk personal use nya bisa disebut kartu nama sampai undangan.

Cetak separasi idealnya dengan menggunakan empat plat yakni CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black/Key) tapi saat ini, dipercetakan tempat saya bekerja sedang marak cetak 3 plat dengan menghilangkan bagian Black-nya.

Hasil cetak CMYK tentu saja sudah terukur dan sekitar 90% sama dengan tampilan pada monitor ataupun proof cetak, tapi jika dengan tiga plat tanpa black rasanya warna kurang menonjol.

Tapi hal itu hanya berlaku pada cetakan dengan teks ataupun hasil cetak yang agak hitam, gelap ataupun kelam. Entahlah apa itu disebutnya, yang jelas hasil cetak dengan tiga plat ada yang berhasil ada juga yang gagal total sehingga harus cetak ulang.

Di percetakan tempat saya bekerja, merupakan percetakan kecil yang saat ini masih menerima maklun cetak dari agen/biro/calo percetakan, dan mereka-lah yang melakukan praktek cetak 3 plat tersebut. Mungkin dengan margin keuntungan yang semakin kecil karena sadar atau tidak pelaku bisnis percetakan saling makan (banting harga) pada setiap kesempatan.

Ok lah, katakan berhasil, dengan hasil cetak yang layak. Si pe-maklun mendapatkan untung lebih dengan mengurangi ongkos cetak dan biaya plat yang sekitar 60rb – 200rb. Tapi jika gagal, hilang semua. Rugi berjuta-juta karena harus membeli lagi kertas yang harganya selangit.

Idealnya, cetak CMY bisa dilakukan jika image yang akan dicetak 100% vector tanpa bitmap, dengan plat black raster tipis, sehingga raster tersebut bisa dipindahkan ke bagian CMY dengan komposisi raster yang sesuai.
Jika image tersebut terdiri dari beberapa bitmap, sudah dipastikan cetak CMY akan gagal, karena warna yang kurang sreg!

Tapi, sampai saat ini kita belum mencoba sendiri ke order yang masuk (bukan maklun) karena menjaga kualitas, anda sendiri pasti tau, betapa susahnya sekarang mendapatkan order cetakan, dan saya belum mau mengambil resiko kehilangan pelanggan hanya karena penghematan beberapa puluh ribu rupiah.